Jumat, 27 Januari 2012

Kewirausahaan ( by dilla ayu )

A. LATAR BELAKANG

Membuka usaha memang menjadi impian banyak orang, sebab banyak sekali keuntungan yang bisa kita dapatkan dari situ. Selain bisa menjadi bos dari diri sendiri, jam kerja bisa diatur dengan fleksibel juga potensi penghasilan yang bisa lebih besar dibandingkan bekerja sebagai karyawan. Selain itu dengan membuka usaha sendiri kita tidak hanya membantu diri kita tetapi juga membantu orang lain dengan memberi kesempatan mereka bekerja pada usaha kita.

Adapun bidang usaha yang sekarang lagi menjamur adalah usaha salon, dengan alasan kebutuhan akan jasa kecantikan ini tidak pernah habis. Terutama wanita yang sedari dulu sudah sangat sadar perlunya merawat kecantikan dari ujung kaki sampai ujung kepala. Wanita dulu biasa melakukan perawatan tubuhnya sendiri di rumah dengan ramuan kecantikan tradisional yang diolah sendiri. Jaman sekarang yang serba praktis ini, wanita tidak lagi membuat ramuan kecantikan sendiri namun bisa membelinya dalam kemasan siap pakai di toko-toko. Namun, walau banyak alternatif perawatan tubuh yang dapat dilakukan sendiri di rumah, namun beberapa hal tetap harus dibantu orang lain misalnya gunting rambut dan blow. Lagipula pada dasarnya wanita senang dimanjakan, sehingga walaupun bisa mencuci rambut sendiri, luluran, creambath, facial atau gunting kuku mereka tetap saja jika orang lain yang mengerjakannya. Layaknya putri raja yang dilayani para dayang, begitulah perasaan wanita di salon.

Wanita juga berharap penampilan menjadi lebih cantik dengan rambut yang tertata, baik cuma di-blow biasa, blow variasi , pengeritingan, rebonding atau disanggul, alis yang dibentuk bak bulan sabit, kuku tangan dan kaki yang lentik dan berkilat, semua hal tersebut membutuhkan jasa salon sebab sulit dilakukan sendiri. Datang ke salon juga menjadi lebih menyenangkan sebab jasa perawatan kecantikannya semakin variatif misalnya pelangsingan, pemutihan kulit, bahkan perawatan kesehatan seperti refleksi kaki dan back therapy juga ditawarkan. Jasa salon sudah menjadi bagian hidup wanita, ibaratnya tidak mungkin wanita tidak ke salon. Bahkan cewek paling tomboy sekalipun memotong rambutnya di salon bukan?

Bukan hanya wanita, namun pria juga tidak mau ketinggalan. Buat pria yang peduli dengan penampilannya maka sekedar gunting rambut dan pijat saja tidak cukup. Pria saat ini juga ingin punya penampilan bak model dan peragawan . Tampil dengan kulit wajah yang halus, kulit tubuh yang lebih terawat, tidak terlalu banyak bulu, kuku yang rapi, juga gaya rambut ala Boy Band Korea. Tren pria metro seksual memang menjadi pemicu meningkatnya jumlah pria yang datang ke salon

B. JENIS USAHA

Secara teknis jenis usaha Salon dapat diklasifikasikan menjadi :
  • Salon Umum. Ini merupakan jenis salon sebagaimana sering Anda jumpai saat ini,menyediakan berbagai layanan mulai dari perawatan rambut, kuku, hingga perawatan kulit. Bahkan Anda juga bisa mulai menawarkan produk-produk perawatan rambut dan kulit tersebut untuk para konsumen Anda.
  • Salon untuk Wanita Muslim. Salon yang saat ini tidak membedakan pelayanannya untuk pria dan wanita. Semu pelayan salon digabung menjadi satu. Jarang ada pemisahan ruangan salon khusus untuk pria dan wanita. Nah, hal ini kadang membuat wanita muslim khususnya yang mengenakan jilbab merasa risih. Belum lagi kalau mendapat kapster pria. Maka dengan adanya salon khusus wanita muslim ini pasti bisa menjadi solusi bagi yang membutuhkan pelayanan ekstra.
  • Salon Khusus Anak-Anak. Ide salon jenis ini adalah perasaan anak-anak yang takut saat diajak ke salon. Entah karena suasananya yang dianggap tidak ramah terhadap anak-anak atau malah melihat peralatan salon yang bertebaran. Nah, dengan adanya salon untuk anak-anak ini, Anda bisa menciptakan salon dengan suasana yang khas untuk anak-anak. Misalnya: potong rambut sambil main video game atau nonton film kartun kesukaan mereka. Sementara menunggu giliran, sediakan pula arena bermain untuk mereka atau perpustakaan dengan koleksibuku anak-anak yang menarik. Pengembangan bisnis selanjutnya : untuk orang tua yang mengantar bisa disediakan butik. Jadi sementara anak potong rambut, orang tua (ibu) bisa berbelanja. Anda bahkan bisa menyediakan cafĂ© bagi orang tua atau siapapun yang menunggu.
  • Salon Khusus untuk Karyawan. Salon ini khusus untuk melayani karyawan, jadi pelayanan yang ditawarkan hanyalah perawatan rambut dan wajah yang simpel dan tidak memerlukan waktu lama. Misalnya hanya cuci, potong blow dan make up. Karena khusus melayani karyawan, alangkah baiknya kalau salon ini buka pagi-pagi sekali, sebelum jam kantor, agar karyawan yang malas atau belum sempat dandan dari rumah bisa mampir ke salon dulu. Nah, saat istirahat jam kantor, kita menyediakan layanan creambath, menicure-pedicure, atau pijat refleksi. Tentunya semua dengan tarif karyawan. Pengembangan bisnis selanjutnya : misalnya sediakan menu sarapan bagi pelanggan salon.
  • Salon Khusus untuk Pasien Rumah Sakit. Salon ini memang diarahkan untuk menyegarkan pikiran sekaligus membantu mengembalikan perasaan nyaman kepada pasien atau siapapun yang berada di rumah sakit. Jenis salon ini bisa dikembangkan lebih baik lagi dengan membuat suasana yang beda dari suasana rumah sakit. Jadi setiap pelanggan akan disambut seakan-akan mereka adalah orang yang sehat. Pada saat mereka keluar dari salon Anda, mereka akan merasa bugar dan memiliki perasaan positif dalam menjalani masa berat mereka di rumah sakit. Yang perlu dipertimbangkan adalah jenis perawatannya yang selalu berhati-hati melakukan praktik agar selaras dengan program pemulihan/penyembuhan yang sedang dijalankan pelanggan Anda.

C. FAKTOR PENDUKUNG

Faktor-faktor pendukung kegiatan usaha dapat disebut sebagai berikut :
1. Faktor manusia
2. Faktor keuangan
3. Faktor permodalan, menurut sumbernya (Modal sendiri dan Modal asing/modal luar) dan
    menurut lama penggunaannya (Modal pasif jangka pendek dan Modal pasif jangka panjang)
4. Faktor organisasi
5. Faktor perencanaan
6. Faktor mengatur bisnis
7. Faktor pajak dan asuransi
8. Faktor fasilitas pemerintah
9. Catatan bisnis yang meliputi antara lain :
  • Neraca
  • laporan rugi / laba
  • perubahan modal perusahaan
  • banyaknya karyawan perusahaan
  • administrasi perusahaan
  • pemasaran dan penjualan
  • para pesaing
  • mitra bisnis
  • para pelanggan dan konsumen potensial
  • pasar yang dituju
  • banyaknya produk dan persediaan.
Secara teknis operasional mendirikan usaha salon cukup mudah tidak perlu areal lahan dan bangunan yang luas. Usaha ini dapat dilakukan di rumah dengan memanfaatkan ruangan yang ada. Ruang dapat ditata sedemikian rupa sehingga memiliki kesan yang bersih, rapih dengan desain interior yang menarik. Perlengkapan yang dibutuhkan seperti : kursi salon, mesin pemanas rambut, pengering rambut, tempat tidur untuk facial, tempat untuk cuci rambut, cermin besar yang melingkar di dinding, troley untuk tempat peralatan, alat-alat salon seperti sisir dan gunting, set manicure-pedicure, handuk dan lain-lain. Semua perlengkapan salon ini mudah diperoleh di pasar. Ketersediaan tenaga profesional seperti hair stilist dan beautician minimal harus tersedia 3 orang adalah faktor kritis yang harus diperhatikan

D. FAKTOR PENGHAMBAT

Bisnis salon sangat bergantung kesuksesannya pada ketrampilan para karyawan terutama hairstylistnya. Tak jarang pelanggan justru loyal pada hairstylistnya daripada dengan salonnya. Jika hairstylist tersebut pindah, si pelanggan akan mengikuti kemana dia pergi. Ini sebabnya kenapa dalam bisnis salon rentan pembajakan hairstylist yang sudah berpengalaman dan punya basis pelanggan cukup banyak.Untuk mencegah pembajakan ini terjadi, ciptakanlah suasana kerja yang nyaman dan kesejahteraan karyawan yang cukup baik.

Ada kalanya seseorang yang merintis usaha terbentur masalah modal. Namun pada kenyataannya, minimnya modal bukan hambatan. Agar usaha salon bisa berjalan dengan baik dengan modal yang pas-pasan, maka perlu dilakukan strategi pemasaran yang jitu.

Pandangan masyarakat secara umum bahwa salon hanya untuk orang yang mempunyai uang lebih, atau kalangan menengah keatas, juga masih ada juga masyarakat yang menilai salon kecantikan sebagai tempat transaksi mesum.

Hubungan pelanggan dengan pelanggan lain dalam perusahaan dapat juga memberikan efek negatif, karena apabila pelanggan tertentu berpindah ke penyedia jasa lain, pelanggan lain yang memiliki hubungan dekat dengannya cenderung turut berpindah juga

E. KIAT SUKSES DALAM MENGELOLA USAHA

Ingin mencapai kesuksesan dalam usaha bisnis yang dijalankan? Ada Banyak Tips Sukses Bisnis yang dikemukakan oleh para praktisi maupun ahli bisnis. Berbeda kepala mungkin akan berbeda tips sukses bisnis yang disarankan, tetapi ada nilai-nilai umum yang bisa dipakai sebagai pedoman sukses dalam bisnis. Bisnis merupakan perjalanan dan perjuangan panjang sebelum meraih kesuksesan dan keberhasilan. Tidak jarang sebelum menuai kesuksesan orang sukses harus terpuruk dalam kegagalan demi kegagalan yang tidak hanya menyakitkan tetapi melemahkan semangat untuk terus berjuang. Orang sukses adalah orang yang mampu bangkit dari kegagalan bukan orang yang tidak pernah gagal.

Kebanyakan orang sukses memang seperti itu, meski tidak semua orang sukses melalui jalan penderitaan dan kegagalan. Meski demikian kesuksesan sebuah bisnis membutuhkan perjuangan yang tidak kenal lelah. Inovasi, kreatifitas, kegigihan dan semangat pantang menyerah merupakan kunci-kunci sukses bisnis yang harus dipegang teguh.

Satu tips sukses bisnis adalah belajar dari pengalaman. Kata-kata bijak mengatakan , pengalaman adalah guru yang paling baik. Demikian juga dengan bisnis, pengalaman mengalami kegagalan menjadikan pelaku bisnis bertambah matang dan mengerti, jika berhasil bangkit dari kegagalan tersebut. Pertanyaan selanjutnya “Apakah harus gagal dulu sebelum berhasil? Tidak ada orang yang ingin gagal, secara naluriah semua orang menginginkan usaha yang dijalankan selalu menuai keberhasilan demi keberhasilan. Tetapi dalam proses bisnis harapan tidak selamanya sesuai dengan kenyataan.

Untuk meminimalkan kegagalan dalam bisnis adalah belajar dari pengalaman orang lain. Pengalaman orang lain tidak hanya dari orang-orang sukses saja tetapi juga dari orang-orang gagal . Bagi pelaku bisnis pemula, pengalaman mengelola bisnis tentu saja belum dimiliki.

Dengan Belajar dari orang lain kita bisa membuat analisa faktor-faktor penyebab kegagalan dan faktor-faktor pendukung keberhasilan usaha bisnis. Meski praktek langsung dengan melihat orang lain melakukan usaha, tetapi mempelajari pengalaman orang lain tetap memiliki arti yang cukup penting. Tips sukses bisnis dengan belajar dari pengalaman orang lain penting untuk meminimalkan resiko kegagalan, paling tidak tidak mengulangi kesalahan orang lain.

Bagaimana belajar dari orang lain? Banyak Cara bisa dilakukan untuk belajar dari kesuksesan orang lain. Cara sederhana adalah dengan bertanya dan melihat langsung kegiatan bisnis dari orang yang bersangkutan. Orang-orang yang telah mencapai kesuksesan biasanya sangat terbuka dalam memberikan informasi dan kiat-kiat sukses bisnis. Tips sukses bisnis yang diberikan langsung oleh sumber memiliki kekuatan sampai ke dalam hati dan fikiran kita. Pengalaman sukses yang dibagikan kepada orang lain tidak akan mengurangi kesuksesan itu sendiri, justru memperluas kesuksesan. Karena itu tidak salah bergaul dengan orang-orang seperti ini untuk belajar, bukan untuk mencari keuntungan sesaat.

Orang sukses biasanya memiliki buku biografi baik yang ditulis sendiri maupun ditulis orang lain, membaca biografi merupakan cara belajar menjadi orang sukses. Meski orang sukses adalah orang yang terbuka dan mau memberikan informasinya , tetapi kesibukan terkadang membuat kita sulit untuk bertemu, saat ini banyak kelompok usaha, instansi atau event organiser yang mengelola seminar Bisnis dan kewirausahaan yang menghadirkan pelaku-pelaku usaha sukses. Sangat baik memanfaatkan kesempatan seperti ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan yang akan bermanfaat untuk sukses bisnis anda.

Selain tips-tips sukses bisnis belajar dari pengalaman orang lain di atas, ada beberapa tips sukses dalam menjalankan bisnis:
  • Menulis rencana bisnis. Sertakan daftar peralatan salon kecantikan dan perangkat pendukung yang diperlukan untuk menjalankan bisnis salon tersebut. Perkirakan seluruh biaya operasional mulai dari sewa, dekorasi, pajak, gaji, tunjangan, dan pemasaran. Kunjungi bankir Anda untuk mendiskusikan rencana dan semua aspek keuangan dan akuntansi bisnis yang Anda usulkan.
  • Kunjungi beberapa jenis lokasi untuk menentukan lokasi yang terbaik. Lokasi visibilitas tinggi merupakan pilihan yang bagus (lokasi yang terlihat dari jalan raya). Pusat perbelanjaan umumnya menarik para pengunjung, tetapi ada pembatasan pada jam dan jenis dekorasinya. Harga sewanya juga biasanya lebih tinggi daripada lokasi lain. Salon di dalam rumah adalah pilihan yang paling murah.
  • Menawarkan berbagai layanan untuk menarik pelanggan. Selain layanan rambut, salon Anda hendaknya juga menawarkan manikur, pedikur, terapi pijat, hair removal, perawatan wajah, dan sebagainya.
  • Jaga kebersihan salon. Klien sangat menghargai kenyamanan dan lingkungan yang bersih. Jauhkan semua bau handuk dan peralatan serta usahakan untuk selalu mencuci apa yang telah Anda digunakan satu klien sebelum pindah ke klien yang berikutnya. Ini untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya infeksi.
  • Sewa tenaga profesional terlatih. Pastikan semua personil Anda memenuhi syarat untuk bekerja dengan semua peralatan salon guna mencegah bahaya kesehatan atau kecelakaan terjadi. Jangan hanya mengandalkan pengalaman. Tenaga profesional yang terlatih harus diikutsertakan pada program pelatihan tata rias atau sekolah tukang cukur yang berlisensi.
  • Promosikan salon kecantikan Anda dengan selalu mempertahankan kepuasan pelanggan, karena promosi dari mulut ke mulut akan jauh lebih sukses untuk berpromosi. Mintalah teman, kolega, dan kerabat untuk menyebarkan berita positif mengenai salon Anda. Gunakan brosur, spanduk, dan iklan baris untuk menarik pelanggan. Pada selebaran Anda, tuliskan nama bisnis Anda, alamat, dan informasi kontak. Serta jelaskan mengapa pelanggan harus berlangganan di salon Anda. Jelaskan pula apa saja layanan yang Anda tawarkan. Sebarkan brosur dan spanduk di papan buletin kampus dan pusat perbelanjaan. Bila perlu buatlah situs web atau blog, lalu munculkan testimonial dari pelanggan yang puas terhadap layanan salon Anda. Ini akan menarik calon pelanggan untuk mengunjungi salon

F. TOKOH WIRAUSAHAWAN

Yulia Astuti Haras dan Linda Kartika Haras, adalah salah satu pengusaha yang berprestasi di bidang salon muslimah di Indonesia. Kakak beradik ini, mengawali bisnisnya berdasarkan hobi mereka yaitu memanjakan diri di salon. Sering terjadi kerepotan ketika Yulia dan Linda susah menemukan salon yang nyaman untuk mereka berdua yang telah mengenakan jilbab. Meski yang melakukan perawatan adalah wanita, namun suami atau anak laki-laki dari pengunjung berada di dalam salon. Dan hal itu yang membuat para wanita berjilbab merasa tidak nyaman.

Lalu terbesitlah dalam benak Yulia, untuk membuka salon khusus muslimah. Salon ini nantinya khusus untuk wanita saja, tidak boleh ada laki-laki yang masuk. Kemudian ia mengajak adiknya Linda untuk membuka usaha kecantikan tersebut. Linda pun langsung menyanggupinya. Tanpa pikir panjang, Linda pun langsung keluar dari kantornya, yang juga tempat bekerja Yulia. Sementara itu, Yulia masih bertahan. Awalnya, ada 3 orang yang berniat membuat salon, hanya pada saat mulai akan dikerjakan sang teman mengundurkan diri. Sesungguhnya baik Linda maupun Yulia tidak mempunyai basic mengenai dunia per-salonan yang memadai. Oleh sebab itu, Linda pun rajin mengikuti berbagai macam kursus kecantikan mulai perawatan ujung rambut hingga ujung kaki. Karena pelayanan itulah yang nantinya ditawarkan kepada konsumen salonnya.

Pada Mei 2002 resmilah salon milik Yulia dan Linda dibuka dengan mengusung nama moz5 (baca:muslimah) di daerah Margonda Depok. Diawali dengan 3 orang karyawan, Linda langsung memimpin operasional salon, karena Yulia masih bekerja. Seusai pulang bekerja, Yulia selalu menyempatkan diri datang ke salon. Untuk modal pertama menjalankan bisnis salon muslimahnya mereka mengeluarkan budget sebesar Rp 100 juta. Itupun bukan keseluruhan berasal uang pribadi, namun juga uang pinjaman dari saudara dan lainnya. Dengan modal sebesar itu, Yulia dan Linda gunakan untuk menyewa tempat 2 lantai di daerah Margonda, Depok, Jawa Barat dan membeli perlengkapan serta peralatan salon modern.

Salah satu kelebihan usahanya dibanding salon yang lain adalah menerapkan konsep kenyamanan bagi muslimah saat berada di salon. Sebelumnya dua ibu muda ini mengadakan survey kebeberapa salon, kemudian menerapkan beberapa pelayanan yang sesuai dengan konsep salonnya. Begitu seterusnya, sembari mengikuti perkembangan salon modern. Disamping itu, Linda pun terus mengikuti beragam kursus guna mengasah keterampilannya pada bidang perawatan kecantikan. Linda membagi kantornya menjadi dua bagian, yaitu lantai dasar untuk pelayanan potong rambut, creambath, pedicure, manicure, dan refleksi. Sedang lantai dua, khusus perawatan wajah (facial) dan badan (lulur). Dan tersedia juga layanan spa, aneka lulur, perawatan pra nikah, dan aneka perawatan cantik luar dalam, juga tersedia jasa rias pengantin muslimah. Belakangan moz5 juga menambah layanan dengan senam khusus muslimah. Begitulah cara Linda dan Yulia memanjakan para pelanggannya.

Maka tak heran, jika pelanggannya makin banyak, yang semula pelanggannya adalah para mahasiswi, kini paling banyak ibu-ibu muda dan wanita pekerja. Pelanggan moz5 bukan hanya para wanita berjilbab, namun banyak juga yang tidak. Jika dibandingkan sekitar 60:40, dimana 60% adalah wanita berkerudung. Simbol kesuksesan dari salon ini adalah bangunan gedung yang bertingkat di Jalan Margonda Raya, Depok telah menjadi milik sendiri. Kesuksesan bisnis jasa satu ini bukan hanya itu, tapi juga untuk kawasan Asia Tenggara, moz5 salon menjadi pelopor salon muslimah yang telah diwaralabakan. Selain itu, sudah banyak prestasi yang dicapai oleh moz5 diantaranya, terpilih menjadi salah satu dari 14 usaha waralaba yang dipromosikan oleh Kadin dan WALI untuk berkiprah di luar negeri; meraih penghargaan sebagai salah satu wirausahawan muda dalam The Indonesian Small and Medium Business Entreprenuer Award (ISMBEA) tahun 2009 dan menjadi pelopor usaha salon khusus muslimah yang diwaralabakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar